Showing posts with label Komputer dan Jaringan Dasar. Show all posts
Showing posts with label Komputer dan Jaringan Dasar. Show all posts

Sunday, April 19, 2020

Menerapkan Konfigurasi BIOS pada Komputer

3.4 Menerapkan Konfigurasi BIOS pada Komputer


BIOS (Basic Input Output Sistem) merupakan perangkat lunak Software yang berfungsi untuk melakukan konfigurasi sistem komputer sebelum digunakan, bios akan melakukan pemeriksaan sistem komputer dari mulai perangkat keras dan perangkat lunak agar siap digunakan, bios juga sekaligus memeriksa kesiapan sistem komputer sebelum digunakan.Adapun hal-hal yang dilakukan oleh bios antara lain :
  • Instalasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras yang disebut Power On Self Test (POST).
  • Memuat dan menjalankan sistem operasi.
  • Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer seperti tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan serta kesetabilan komputer.
  • Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunkan BIOS Runtime Service.
Saat pertamakali komputer dinyalakan sebenarnya komputer melakukan pengecekan terlebih dahu;i yang bisa disebut POST BIOS. Proses ini berjalan dingkat, sesaat sebelum komputer booting memuat (load) sistem operasi Windows. Proses POST umumnya akan muncul dilayar seperti gambar dibawah ini :
Setiap Komputer memiliki tampilan BIOS yang berbeda


Komponen BIOS
BIOS tersusun dari beberapa Komponen :
  1. BIOS Setup, program ini berfungsi merubah konfigurasi dasar komputer, yang terdiri dari bermacam menu yang kadang cukup rumit untuk mengksesnya.
  2. Driver, ini adalah software untuk hardware dasr misalnya Keyboard, video adaptor, procesor, hardisk dll.
  3. Bootstraper, agar komputer dapat menjaankan proses booting kedalam OS yang terinstal salam komputer.

Tempat Penyimpanan BIOS
Program BIOS disimpan di dalam chip ROM (Read Only Memory), untuk komputer modern sekarang, rata-rata menggunakan flash room yang dapat diupgrade menggunakan software Flash BIOA programmer.
  1. Hasil setting BIOS akan disimpan dalam chip CMOS RAM yang memerlukan daya listrik, dan jika aliran listrik ke CMOS putus maka isinya akan hilang dan kembali ke setting standar BIOS. Daya listrik untuk CMOS disediakan oleh sebuah bateray seri CR2032.
  2. Jika bateray ini rusak atau dilepas, aliran daya terputus, maka BIOS akan menampilkan pesan "CMOS Checksum Error". Setelah aliran daya tersedia, kita harus men-setting ulang konfigurasi BIOS nya.
  3. CMOS = Complementary Metal Oxide Semiconductor.

Setting BIOS 
Menu BIOS terdiri dari beberapa macam yang memiliki fungsi yang berdeda-beda, adapun bentuk tampilan menu BIOS dapat berbentuk vertikal maupun horizontal. tergantung vendor pembuatannya. Contoh tampilan menu BIOS pada gambar :

Gambar 1


 Gambar 2

Menerapkan Pengujian Perakitan Komputer

3.3 Menerapkan Pengujian Perakitan Komputer


Pengujian setelah selesai Merakit Komputer :
  • Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  • Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  • Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. tekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  • Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  • Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

1.Kerusakan, Bunyi Beep panjang berulang kali

Apabila indikasinya adalah bunyi beep panjang pada saat melakukan boot (hidupkan) komputer dan lampu power monitor serta lampu power CPU sudah dalam keadaan ON namun pada monitor tidak bisa menampilkan gambar atau tidak muncul apa-apa (blank screen), maka sudah dapat dipastikan bahwa ada masalah yang terjadi pada memori komputer (RAM).


2. Kerusakan, Bunyi Beep panjang diikuti dengan bunyi pendek

Dari mendengar bunyi yang dihasilkan berupa bunyi beep panjang dan pendek serta pada monitor tidak menampilkan apa-apa, biasanya kerusakan terjadi pada display adapter, lebih sering disebut VGA card, baik .Solusinya yaitu apabila terjadi kerusakan pada VGA card maka tindakan penyelamatan adalah melakukan pembersihan pada VGA card tepatnya pada bagian kuningan yang terkoneksi ke mainboard apabila menggunakan VGA card Not Onboard. Dengan mengenal bunyi beep pada tiap motherboard kita dapat mengetahui kerusakan atau masalah pada motherboard. Diantaranya :


Mainboard dengan BIOS Award dan BIOS Phoenix :
  • Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem Normal.
  • Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali : Kerusakan/kesalahan pada RAM/ram atau terjadi short ram.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA Card/sering terjadi bila menggunakan vga onboard.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard atau pada VGA Card,sering ditandai dengan tidak menyalanya lampu led pada keyboard.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali : Kerusakan/kesalahan pada ROM
  • Bunyi beep panjang berkali-kali : Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard,perhatikan pci pada DRAM yang di pasang
  • Bunyi beep pendek berkali-kali : Tenaga pada power supply tidak cukup, segera ganti power supply atau periksa kabel-kabel power supply.


Mainboard dengan BIOS AMI :
  • Tidak ada bunyi beep : Kerusakan/kesalahan pada mainboard, powersupply, atau speaker internal.
  • Bunyi beep pendek 1 kali : Sistem normal.
  • Bunyi beep pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
  • Bunyi beep pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 2 kali.
  • Bunyi beep pendek 4 kali : Kesalahan tanggal dan waktu pada sistem.
  • Bunyi beep pendek 5 kali : Kerusakan pada prosesor/mainboard.
  • Bunyi beep pendek 6 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard.
  • Bunyi beep pendek 7 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 5 kali.
  • Bunyi beep pendek 8 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA.
  • Bunyi beep pendek 9 kali : Kesalahan pada saat checksum rom.
  • Bunyi beep pendek 10 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
  • Bunyi beep pendek 11 kali : Kerusakan/kesalahan pada Cache Memory.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kesalahan pada saat memory test.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 8 kali : Kesalah pada saat pengecekan VGA.


3. Kerusakan, Bunyi Seperti Detak Jarum Jam

Apabila terdengar bunyi seperti detak jarum jam dinding/jm weker namun terasa lebih keras dibandingkan dengan detak jarum jam, diperkirakan sudah terjadi masalah pada media penyimpan data (storage device) yaitu harddisk, namun komputer berjalan dengan baik hanya sedikit melambat.untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi yaitu dengan solusi berikut apabila kerusakan komputer dengan tanda-tanda seperti di atas, maka anda harus waspada terhadap data-data anda yang tersimpan di dalam harddisk karena tanda di atas menjukkan ada kerusakan pada harddisk komputer anda, segeralah melakukan back up data anda ke media lain seperti hard disk lain atau ke cd (compact disk).


source : marcelya8217

Menerapkan perakitan komputer

3.2 Menerapkan Perakitan Komputer


Dalam merakit sebuah komputer ada beberapa tahap yang harus anda lakukan terlebih dahulu. Adapun tahap-tahap tersebut adalah:
1. Persiapan
Persiapkan terlebih dahulu komponen-komponen yang diperlukan untuk melakukan perakitan komputer. Lakukan perakitan di tempat yang dimana anda merasa leluasa untuk bergerak sehingga tidak mengganggu aktifitas anda.
2. Proses Perakitan
memulai perakitan komponen-komponen komputer dengan memasang satu persatu hardware yang diperlukan.
3. Pengujian
Saat proses perakitan telah terselesaikan, maka tahap selanjutnya adalah pengujian. Pada tahap ini komputer yang selesai dirakit akan dihidupkan dan dioperasikan. Jika pengoperasian berjalan normal maka proses perakitan telah selesai, namun apabila ternyata terjadi masalah maka dilanjutkan pada proses yang selanjutnya, yaitu menangani masalah yang terjadi.
4. Penanganan Masalah
Pada tahap ini komputer yang selesai dirakit ternyata mengalami masalah (troubleshoot). Hal tersebut bisa disebabkan oleh proses instalasi atau penempatan komponen yang kurang tepat. Oleh sebab itu diperlukan penanganan lebih lanjut agar komputer bisa beroperasi dengan normal.

Tuesday, April 14, 2020

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA


Pengertian K3:
Keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat, dan kematian sebagai akibat dari kecelakaan kerja.

Dasar Hukum :
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Yang diatur oleh Undang-Undang ini adalah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Tujuan K3 :
  • Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktivitas nasional
  • Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja tersebut
  • Memeliharan sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien

Pengertian Kecelakaan :
Kejadian yang tidak terduga (tidak ada unsur kesengajaan) dan tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya. Sabotase atau kriminal merupakan tindakan di luar lingkup kecelakaan yang sebenarnya. Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja : Kerusakan, Kekacauan Organisasi, Keluhan dan Kesedihan, Kelaianan dan Cacat, Kematian

Klasifikasi Kecelakaan

  1. Menurut jenis kecelakaan: Terjatuh- Tertimpa benda jatuh- Tertumbuk atau terkena benda- Terjepit oleh benda- Gerakan yang melebihi kemampuan- Pengaruh suhu tinggi- Terkena sengatan arus listrik- Tersambar petir- Kontak dengan bahan-bahan berbahaya- Lain-lain
  2. Menurut sumber atau Penyebab Kecelakaan Dari mesinb. Alat angkut dan alat angkatc. Bahan/zat erbahaya dan radiasid. Lingkungan kerja3. Menurut Sifat Luka atau KelainanPatah tulang, memar, gegar otak, luka bakar, keracunan mendadak, akibat cuaca, dsb

Pencegahan Kecelakaan
Kecelakaan dapat dihindari dengan:
  • Menerapkan peraturan perundangan dengan penuh disiplin
  • Menerapkan standarisasi kerja yang telah digunakan secara resmi
  • Melakukan pengawasan dengan baik
  • Memasang tanda-tanda peringatan
  • Melakukan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat

Penanggulangan Kecelakaan
1. Penanggulangan Kebakaran
  • Jangan membuang puntung rokok yang masih menyala di tempat yang mengandung bahan yang mudah terbakar
  • Hindarkan sumber-sumber menyala di tempat terbuka
  • Hindari awan debu yang mudah meledak


Perlengkapan pemadam kebakaran

Alat-alat pemadam kebakaran dan penanggulangan kebakaran terdiri dari dua jenis:

  •  Terpasang tetap di tempat
  •  Pemancar air otomatis
  •  Pompa air
  •  Pipa-pipa dan slang untuk aliran air
  •  Alat pemadam kebakaran dengan bahan kering CO2 atau busa





Source : edukasiteki

LATIHAN MEMBUAT LISBOX

  GAMBAR USERFORM LISTBOX Private Sub CMDMASUK_Click() Dim Kolom As Long Dim lembar As Worksheet Set lembar = Worksheets("LATIHAN"...